Pemerintah Provinsi Papua berencana memulai pekerjaan perpanjangan landasan pacu Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada November tahun lalu.
“Kami telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu (15 Mei) di Jakarta dan membahas mengenai perluasan bandara baru Nabire,” kata Plt Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Papua, pada Kamis. Jumat.
Haluk menyatakan, pemerintah provinsi akan memulai perpanjangan landasan pacu bandara tersebut pada tahun ini agar bisa menampung pesawat Boeing. Saat ini landasan pacu terbentang sepanjang 1.600 meter sehingga hanya cocok untuk pesawat berukuran kecil seperti pesawat jenis ATR.
“Apalagi kami sudah mengajukan proposal untuk memanfaatkan aset bandara lama Nabire. Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU),” tandasnya.
Pj gubernur lebih lanjut mencatat bahwa perpanjangan landasan pacu Bandara Douw Aturure akan semakin meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian Papua Tengah.
“Perpanjangan landasan bandara baru ini akan sangat meningkatkan kapasitas transportasi udara kita dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah Washington Lumban Gaol mengatakan, pemerintah provinsi akan segera menambah panjang landasan pacu sebanyak 900 meter sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut.
“Dengan begitu, total runway bandara baru ini akan membentang sepanjang 2.500 meter,” tandasnya.
Dia menyatakan optimisme bahwa panjang landasan pacu tersebut akan memungkinkan bandara tersebut dapat menampung pesawat Boeing.
“Kami akan bekerja keras memastikan pembangunan berjalan sebagaimana mestinya. Program (perluasan) ini merupakan sarana Bu Gubernur untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tandasnya.